Sudahkah kita melakukan tawadhu' dengan benar??
kalimat hikmah yang ditulis Ibnu Athaillah As Sakandari :
Man atsaba li nafsihi tawadhuan fahuwa al mutakabbiru haqqan
siapa yang yakin bahwa dirinya merasa tawadhu’ maka berarti dia benar-benar telah takabbur
Laisa al Mutawadhi’u al-ladzi idza tawadha’a ra’a annahu fauqa ma shana’…
Bukanlah orang yang tawadhu’ atau merendahkan diri, seorang yang jika merendahkan diri merasa dirinya diatas yang dilakukannya
Contohnya : Ada orang yang merasa tawadhu’ dengan duduk di belakang suatu majelis, tapi pada saat yang sama ia merasa tempat yang pantas bagi dirinya adalah di atas yaitu duduk dibagian depan majelis itu. Maka orang seperti ini menurut Ibnu Athaillah As Sakandari bukanlah orang yang tawadhu’. Bahkan sejatinya orang yang sombong.
Wa lakin al mutawadhi' idza tawadha'a ra-a annahu auna ma shana'a
tetapi orang yang benar-benar merendahkan diri adalah orang yang jika merendahkan diri merasa bahwa dirinya masih berada di bawah sesuatu yang dilakukannya..
Contohnya : Orang yang dipaksa duduk di bagian agak depan suatu majelis, akhirnya mau, tapi ia merasa sesungguhnya dirinya lebih pantas duduk di belakang
Firman Allah dala hadis Qudsi :
Sombong adalah selendang-Ku dan agung adalah pakaian-Ku. Siapa yang menyaingi-Ku dalam salah satu dari keduanya, maka akan Aku lempar di ke dalam neraka Jahanam.
kalimat hikmah yang ditulis Ibnu Athaillah As Sakandari :
Man atsaba li nafsihi tawadhuan fahuwa al mutakabbiru haqqan
siapa yang yakin bahwa dirinya merasa tawadhu’ maka berarti dia benar-benar telah takabbur
Laisa al Mutawadhi’u al-ladzi idza tawadha’a ra’a annahu fauqa ma shana’…
Bukanlah orang yang tawadhu’ atau merendahkan diri, seorang yang jika merendahkan diri merasa dirinya diatas yang dilakukannya
Contohnya : Ada orang yang merasa tawadhu’ dengan duduk di belakang suatu majelis, tapi pada saat yang sama ia merasa tempat yang pantas bagi dirinya adalah di atas yaitu duduk dibagian depan majelis itu. Maka orang seperti ini menurut Ibnu Athaillah As Sakandari bukanlah orang yang tawadhu’. Bahkan sejatinya orang yang sombong.
Wa lakin al mutawadhi' idza tawadha'a ra-a annahu auna ma shana'a
tetapi orang yang benar-benar merendahkan diri adalah orang yang jika merendahkan diri merasa bahwa dirinya masih berada di bawah sesuatu yang dilakukannya..
Contohnya : Orang yang dipaksa duduk di bagian agak depan suatu majelis, akhirnya mau, tapi ia merasa sesungguhnya dirinya lebih pantas duduk di belakang
Firman Allah dala hadis Qudsi :
Sombong adalah selendang-Ku dan agung adalah pakaian-Ku. Siapa yang menyaingi-Ku dalam salah satu dari keduanya, maka akan Aku lempar di ke dalam neraka Jahanam.
09.02
Noorma



1 komentar:
Terimakasih Atas informasinya, Kunjungi juga situs2 kami.....
Kutil Kelamin
Kutil Kelamin
Kutil Kelamin
Kutil Kelamin
Kutil Kelamin
Kutil Kelamin
Kutil Kelamin
Kutil Kelamin
Kutil Kelamin
Obat Paling Manjur
Obat Herbal Denature
Obat Kanker Payudara
Obat Kanker Serviks
Obat Wasir
Obat De Nature
Obat Penyakit Kelamin
Cara Mengobati Kutil Kelamin
Kutil Kelamin
Mengobati Kutil Kelamin
Cara Mengobati Kutil Di Kelamin
Posting Komentar